Travelpolitan.com

Lima Alasan Warga Negara Indonesia Harus Datang Ke Negeri Seribu Benteng

Maroko adalah sebuah negara bekas jajahan Prancis di benua Afrika bagian Utara. Maroko kini dilirik banyak wisatawan sebagai tempat berlibur karena alamnya yang indah, budayanya yang menarik, dan kulinernya yang unik. Negara yang merdeka dari Prancis di tahun 1956 ini memiliki pesona tersendiri untuk dinikmati, mulai dari gurun, pantai, pegunungan, hingga tempat syuting film-film box office. Negara yang juga mendapat julukan sebagai “Negeri 1000 benteng” ini sekarang semakin populer di kalangan pelancong untuk dikunjungi.

Salah satu sudut tempat yang indah di Maroko. Sumber [Image]
Sebagai bekas jajahan Prancis, di negara ini banyak sekali jejak dan warisan budaya Prancis yang juga memperkaya kultur dan beradaban Maroko. Nah, kenapa harus mengunjungi Maroko, ? Berikut adalah beberapa alasannya.
1. Bebas Visa Bagi WNI
Bahagia sekali rasanya mengetahui bahwa untuk masuk ke Maroko, kita sebagai warga negara Indonesia tidak perlu mengurus visa. Iya, tidak perlu pakai visa jika ingin traveling ke sana. Kerajaan Maroko memberikan izin tinggal selama 90 Hari bagi WNI yang berkunjung. Kenapa kita bebas masuk Maroko tanpa visa? Ini adalah hadiah dari Raja Mohammed V kepada Presiden Pertama kita, Ir. Sukarno. Hubungan diplomatik Indonesia-Maroko sangat baik sejak negara yang juga dijuluki negeri seribu benteng ini merdeka tahun 1957. Presiden Sukarno memulai kunjungan kenegaraannya pertama tanggal 2 Mei 1960. Jadi, sejak itu seluruh warga negara Indonesia yang ingin datang ke sana, bebas dari pengurusan visa.
 

Credit to : www.dreamtimes.com

2. Masjid Hassan II sebagai Mesjid Terbesar ke Tiga di dunia
Berlokasi di Casablanca, Masjid Hassan II merupakan masjid yang terbesar di dunia setelah Masjidil Haram di Mekkah dan Masjid Nabawi di Madinah. Menakjubkan bukan? Berkunjung ke masjid yang memiliki menara setinggi 210 meter/689 kaki ini membuat kita berdecak kagum, karena setengah dari area masjid ini berada di atas Samudra Atlantik. Angin sepoi-sepoi menyapa muka ketika akan masuk ke pintu mesjid. Interior dan eksterior megah nan menawan campuran Arab dan Eropa adalah ciri khas Masjid Hassan II. Dibangun oleh arsitek asal Prancis bernama Michael Pinseau, Hassan II menampung 25.000 jemaah di ruang utama masjid, dan 105.000 jemaah bisa ditampung jika seluruh areal dipergunakan. Keunikan lain masjid ini yaitu bisa dikunjungi oleh seluruh umat agama di dunia. Tentu saja hal ini tidak berlaku di Masjidil Haram maupun Masjid Nabawi. Masjid yang atapnya didominasi oleh warna biru ini dibuat sebagai bentuk hadiah ulang tahun Raja Hassan II, dibangun selama 4 tahun dan menghabiskan dana USD 800 Juta.

Credit to : www.dreamtimes.com
3. Lokasi syuting film Hollywood
Siapa yang sudah menonton film “Spectre”? Ya, film dengan tokoh James Bond sebagai agen 007 yang ditayangkan di bioskop tanah air ini mengambil Maroko sebagai lokasi syuting. “L’Americain” yang dicari oleh Bond terletak di Tangier, salah satu kota di negara yang dijuluki Al Magribi ini. Tempat syuting film yang terkenal lainnya Ouarzarzate. Sebut saja Mission Impossible 5, Troy, Game of Throne, dan Kingdom of Heaven pernah syuting di sebuah tempat yang bernama Ait Benhaddou. Sebuah studi besar dengan fasilitas mewah dan taraf internasional telah dibangun untuk mendukung film-film Hollywood mengambil gambar di banyak tempat di Maroko. Seorang staff hotel sangat berbahagia ketika dia memberikan “welcome drink” kepada Bradd Pitt dan Angelina Jollie yang akan memulai syuting sebuah film berjudul “Alexander”. Tidak hanya film-film Hollywood saja yang syuting di negara yang dihuni oleh suku asli bernama Berber ini, tapi juga film-film Prancis seperti Asterix et Obelisk, Napoleon, dan L’anniversaire.
Credit to : www.atlasobscura.com
4. Jalan Soekarno di Rabat
Presiden pertama Indonesia tercinta ini, namanya diabadikan menjadi sebuah jalan di Kota Rabat, Ibu kota Maroko. Rasa bangga, haru, dan semangat patriotisme terasa bergelora di dalam dada ketika berjalan di Jalan Soekarno. Presiden pertama negara yang terdiri dari 17.000 pulau ini memang profilnya sangat istimewa di mata Raja Maroko saat itu. Tidak sulit menemukan Jalan Soekarno atau Rue Soukarno di Ibu kota Maroko tersebut. Letaknya tepat di samping kantor pos terbesar di Kota Rabat dan tidak jauh dari stasiun kereta Casa Voyage. Jalan Soekarno ini cukup ramai dilewati warga karena menghubungkan langsung antar jalan utama di kota Rabat. Peresmian Jl. Seokarno sendiri dilakukan oleh Raja Mohammed V dan dihadiri langsung oleh Presiden Sukarno pada tahun 1960. “Saya bangga memiliki presiden seperti Soekarno “ itulah yang dikatakan Rai Rahman, seorang jurnalis media nasional yang sempat merasakan tinggal di negara Maroko. Selain Rue Soukarno, di Rabat juga kita bisa mengunjungi Rue Bandung dan Rue D’jakarta. Kurang bangga apalagi kita sebagai bangsa Indonesia, nama presiden, nama ibu kota negara, dan nama ibukota provinsi dijadikan nama jalan di sebuah negara di utara Afrika sana.

Credit to : www.travel.kompas

5. Oukaimeden
Nama tempat ini memang agak asing bagi warga negara Indonesia yang terbiasa mendengar kata Marrakesh dan Gurun Sahara jika berkunjung ke Maroko. Maroko tidak hanya punya Sahara, tapi juga pegunungan Atlas bersalju yang membentang di selatan Marrakesh. Oukaimeden, terletak pada ketinggian 2600-3200 mdpl merupakan surga bagi peselancar ski. Ditempuh dalam waktu 90 menit dari Marrakesh dengan jalan darat, resort ski ini dilengkapi dengan kereta gantung, hotel, dan restoran. Salju turun di pegunungan Atlas setiap tahunnya di musim dingin tiba, sekitar bulan Desember-Februari. Anda tidak perlu membawa peralatan ski, karena resortyang terletak dekat Jebel Toubkal ini menyewakan peralatan ski. Ingin naik kereta gantung? Cukup dengan 25 dirham anda bisa berwiasata dengan kereta gantung dengan pemandangan salju di sekeliling. Tertarik bermain ski? Di puncak Oukaimeden bisa bermain ski sepuasanya dengan harga sewa 30 dirham.

Credit to : www.snow-forecast.com
Jadi mulai dari sekarang persiapkan budget dan itinerary kamu untuk mengunjungi “blessed country”. Kamu akan menikmati satu paket perjalanan yang tidak pernah kamu lupakan sepanjang hidup.
Copyright www.travelpolitan.com @2017

Leave a Reply