Travelpolitan.com

Kembali lagi ke Hong Kong!

Nov 2
in Hong Kong

Tak terasa waktu berlalu meninggalkan kenangan-kenangan yang tak menentu. halah. Sudah sejak beberapa bulan yang lalu saya merasa sedikit penasaran bagaimana suasana di Hong Kong saat ini ketika mendapat kepastian dari atasan saya bahwa regional meeting kali ini akan diadakan di kota tersebut.

Bukan suatu kebetulan tentunya, karena memang kebetulan atasan saya pindah ke kota itu, yang sebelumnya beliau based di salah satu kota IT di Negara India yaitu Bangalore. Kota dengan latar belakang jauh berbeda dengan kota tempat tinggal tercinta saya yaitu Jakarta. Kapan-kapan akan saya share pengalaman-pengalaman unik saya selama berada di negeri Sahrukh Khan (salah ga ejaannya?) tersebut.

Kembali lagi ke salah satu kota HUB di Asia tersebut, yah selama lima hari saya akan mengunjunginya, untuk urusan kantor tentunya, dan sedikit menikmati sekeliling kota ketika saya memiliki waktu senggang.

Jadwal flight saya sekitar pukul setengah sembilan pagi jadi saya musti berangkat lebih pagi dari rumah ke bandara Soekarno-Hatta di Tangerang. Dengan menggunakan taxi saya menuju kesana. Hari masih gelap dan dingin, serasa masih sulit untuk sekedar membuka semangat, meninggalkan rumah dan keluarga tercinta.. haha.

Ada cerita menarik ketika menaiki maskapai Cathay Pacific, ternyata saya mendapatkan kursi Premium Ekonomi yang mana mendapatkan posisi duduk di bawah kelas Executive dan diatas kelas Ekonomi. Jadilah saya menjadi salah satu dari 3 penumpang yang duduk di kelas tersebut, dari kurang lebih 32 seats.

Yang menarik adalah dari awal penerbangan saya pikir maskapai penerbangan ini sepi, tetapi ternyata setelah saya menuju toilet yang berada di bagian belakang pesawat, saya melihat kursi yang berada di kelas Ekonomi sangatlah penuh, “oh my God, seperti bus kota” batin saya dalam hati.. 🙂


Perjalanan menempuh waktu 4 jam dan cuaca di luar sangatlah terik. Selama perjalanan saya menghabiskan waktu untuk menonton 2 film Hollywood dan sesekali melihat mobile device saya.

Sebagai informasi, di maskapai ini tersedia wifi gratis tetapi sayangnya sangat slow response jadi mending tidak usah dipakai daripada sakit gigi…ehh..

Beberapa saat setelah take off saya sengaja mengambil awan diluar jendela dan kita bisa melihat birunya langit dan putihnya awan.

Beberapa menit sebelum mendarat ketika prosedur pendaratan harus dilakukan, semua jendela dibuka, nampak dari atas pulau-pulau kecil berserakan. Kapal-kapal secara acak mengikuti jalur pelayarannya disekitar pulau-pulau tersebut.

Secara geografis, Hong Kong merupakan kepulauan dan sisanya ikut dalam daratan China dan terhubung dengan jalur darat ke kota-kota di China lainnya.

Setelah landing saya menelusuri jalan kearah keluar, tak lupa proses imigrasi yang sangat mengular panjang dan butuh waktu yang cukup lama untuk mencapai gate imigrasi.

Tidak terlalu susah untuk mencapai imigrasi, satu hal yang harus dilakukan untuk mencari arah adalah menggunakan intuisi kita sendiri, mengikuti informasi arah dan bisa juga mengikuti kearah mana pergerakan orang-orang yang satu pesawat dengan kita. Untuk Hong Kong karena sebagai kota HUB di Asia yang banyak dikunjungi orang jadi informasi yang tersedia cukup jelas.

Hingga akhirnya saya sampai di pintu keluar dan diarahkan ke pilihan transportasi.

Seperti pada kedatangan saya enam tahun yang lalu, saya menggunakan Airport Express Train dengan membayar HKD 183 untuk return ticket atau tiket pulang pergi, karena saya berencana untuk pulang , bukan? 🙂 Setelah selesai membeli tiket saya menuju Airport Express Train.

Di Hong Kong kita tidak perlu kuatir mengenai petunjuk dan arah, karena di airport kita dengan mudah mendapatkan informasi seperti peta kota, peta MTR (kereta MRT), brosur-brosur wisata, dan lain-lain.

Waktu tempuh kurang lebih 30 menit menuju kota, saya menuju Kowloon dimana hotel saya berada. Bandara Hong Kong berada di pulau Lantau. Di pulau ini terdapat patung Budha terbesar bernama dan juga terdapat Disney Land.

Selebihnya pemandangan berupa laut, gedung-gedung apartement dan hutan.

 
 

Begitu sampai di statiun Kowloon, ada fasilitas dari Airport Express train yaitu settle bus. Fasilitas ini gratis untuk mengantar tamu-tamu ke setiap hotel. Lain kali akan saya share rute-rute settle bus ini.

Dan taraa.. akhirnya sampai juga di hotel yang sama saya tempati dulu, di Prince hotel di Canton street, Kowloon area.

 
Dan ini adalah pemandangan luar jendela kamar. Di ujung sana terlihat gedung tertinggi di Hong Kong saat ini di tahun 2017 bernama ICC tower.

Sekian dulu pengalaman cerita saya perjalanan ke Hong Kong. Lain kali saya sambung lagi..

Leave a Reply