Travelpolitan.com

Ekerö : Menikmati Sweden dengan cara yang lain

Ekerö, tempat tujuan kami selanjutnya. Suatu tempat di sebelah barat Stockholm, salah satu pulau terbesar di gugusan pulau, daratan dan lautan di wilayah Sweden. Pulau ini terhubung oleh jalanan dan bisa dicapai dengan menggunakan kendaraan.

Dari bandara Arlanda seperti bisa saya menuju Central Station menggunakan kereta cepat Arlanda Express, kali ini saya menggunakan Luftansha dari Jakarta transit ke Franfurt yang hanya jeda 1 jam. Untung ada sky train yang menghubungkan antara terminal bandara. Dari Airlanda airpot saya kemudian langsung melanjutkan perjalanan menggunakan Metro ke arah Liljeholmen.
Perjalanan dari Central ke distrik industri ini hanya membutuhkan waktu 15 menit.

Stockholm di bulan April, kali ini musim semi agak telat, salju sudah menghilang pertanda musim semi dimulai. Suhu udara tidak terlalu dingin kali ini.

Meeting kami kali ini adalah di daerah Marievik, saya ketemu dengan rekan dekat saya Praveen dari India, dan Shani dari Pakistan. Kami berdua langsung saling menyapa dan hanyut dalam obrolan kami sembari menunggu teman-teman yang masih dalam perjalanan.

Didalam ruangan sudah ada beberapa rekan dari Negara lainnya seperti Jepang, Malaysia, Korea, Australia, Amerika, Prancis, Turki dan lain sebagainya. Pertemuan kali ini akan dihadiri oleh semua Negara-Negara dan seperti yang lain saya sebagai satu-satunya perwakilan dari Negara kita, dari kantor saya bekerja.

Kami semua berkumpul di halaman gedung kantor yang berwarna coklat tua itu, sebuah bis berwarna biru sudah ada di halaman. Koordinator lapangan langsung menyiapkan segala sesuatunya kemudian mempersilahkan semua delegasi untuk memasuki bus besar itu.

Perjalanan ke Ekero ditempuh dalam waktu satu jam melalui darat. Dalam perjalanan pemandangan yang banyak terlihat adalah semak belukar, hutan yang tandus karena daunnya rontok, dan perairan yang tenang. Menurut teman saya Ekero ini daerah yang lebih sepi dan cocok buat tempat tinggal yang menginkan tempat yang lebih damai jauh dari hiruk pikuk pusat kota.

Salah satu pemandangan dalam perjalanan ke Ekero dari Stockholm

Lima ratus meter sebelum memasuki komplek Sanga Saby, sebuah tempat konferensi yang memang ditepian laut dan disisi lainnya hutan, terdapat sebuah gereja tua yang menarik perhatian saya. “what a nice gothic architecture in the twilight, it looks a little bit spooky isn’t it?” Tanya saya kepada siapa saja yang mendengar. “Oh that’s Sanga Church, was built in 13th centuries. It will more fascinating when you see it in day light” sambung Cindy peserta dari Belgia.

Sanga Church di sudut jalan

Tak begitu lama kami sudah sampai pelataran tempat konferensi, di kanan kiri jalan terdapat welcoming banner menyambut para tamu yang datang.

Setelah check in kami memasuki kamar masing-masing, menurut keterangan panitia ada persiapan yang kurang begitu lancar sehingga para peserta harus tidur berdua dalam satu kamar. Dan memang tempat konferensi ini mayoritas kamar terdapat 2 tempat tidur. Dan saya selama seminggu kedepan akan bersama teman saya dari India yang lain, Dheeraj. Dheeraj belum datang katanya pesawat baru landing malam hari dan dia akan langsung menuju Sanga Saby ini pukul 23:00 dimana dipastikan saya akan tidur.

Pukul 19:00 para peserta konferensi berkumpul di malam pertama untuk makan malam bersama.
Saya pun bergegas menuju restoran di gedung utama. Sedangkan kamar-kamar terbagi di beberapa bangunan yang terletak terpisah dengan bangunan induk. Begitu memasuki ruangan tampak semua peserta sudah berkumpul. Suara bising, kelakar pun mengisi ruangan. Sedikit temaran cahaya.

Kupandangi sekeliling dan saya cari dimana rekan-rekan se-grup dari Asia (China, Bangladesh, India, Pakistan) dan ternyata ada sudah pada kumpul di sudut ruangan, segera saya pun menuju meja tersebut. Suasana hangat dan tawa pun menyapa tanpa perlu dikomando.

“Teng teng teng teng….” terdengar suara gelas dipukul pelan oleh garpu dan sekejap ruangan pun menjadi hening. Nampak sosok perempuan berpakaian serba putih berserta celemek putih dan penutup kepalanya yang ternyata menjadi sumber suara tersebut, berderet di kanan kirinya beberapa lelaki berbaris. Dia mengenalkan sebagai Head Chef untuk restoran tersebut dan mulai menawarkan minuman wine merah, putih dan hitam dari berbagai brands dari beberapa Negara.  Dan juga menjelaskan tentang menu malam kali ini, appertizer, main course berikut desert nya.

Appertizer hari pertama ini berupa ikan hering dengan sedikit kentang dan seperti parutan, sebagai orang Indonesia menu ini kurang menarik dan ikannya strong karena setengah mentah. Untuk main course nya dihidangkan grilled moose dengan sedikit taburan daun entah apa namanya. Rasa daging kijang ini cukup gurih bagian luarnya tetapi bagian tengahnya terasa juicy dan lebih merah, sedikit “prengus” kalau orang Jawa bilang.

Sebagai penutup dihidangkanlah tiga potongan cheese dari tiga Negara. Italia, Netherland dan Sweden. Tiga rasa keju dengan perbedaan rasa. So that is all for the dinner. Sebagai orang Indonesia tentunya kebayang bagaimana lezatnya sate ayam Madura atau nasi Padang.. Hmm..

Waktunya pulang ke kamar, karena capek selama perjalanan saya langsung putuskan untuk tidur saja. Dan akan bertemu dengan Dheeraj besok pagi, sepertinya dia masih dalam perjalanan.

Hari kedua,

Alarm berbunyi kencang dari handpone, saya terbangun dan mendapati Dheeraj sedang terlelap berselimut di ranjang sebelah. Pukul 6 pagi. Udara dingin dan saya coba membuka tirai melihat sekeliling. Kabut tipis masih menutupi sebagian dari pandangan, “ohh Ekero seperti ini ketika pagi hari…” ucapan saya dalam hati seraya mengambil handphone dan mengambil beberapa gambar.

Hari masih sedikit gelap dan berkabut
 
Suhu -3 derajat Celcius
Tampak pepohonan dengan kabut yang membuat kesan mistis

Setelah berberes dengan keperluan pagi hari, saya sudah bersiap untuk mengikuti konferensi di hari pertama. Semua anggota berkumpul kembali di restoran untuk sarapan. Hari pertama harus dengan semangat yang prima dan penuh optimis apalagi ketika waktu sarapan tiba. Semua orang akan terlihat dan semuanya akan saling menyapa, bukan hanya para kolega dari lebih dari 60 Negara tetapi juga para petinggi-petinggi yang juga hadir dalam perhelatan Akbar setiap 2 tahun sekali ini.

Mental harus siap, penampilan harus rapi dan muka harus penuh optimis menyapa kolega satu demi satu yang kebetulan bertemu secara tidak sengaja dalam breakfast time itu.

Waktu berlaku dan kami sudah memulai acara konferensi ini tepat pukul 9:00. Diawali dengan membuka acara, sambutan-sambutan baik dari CIO perusahaan dan yang lainnya. Jam demi jam, speaker ganti speaker. Dan ini akan berlangsung selama 3 hari kedepan.

Hari pertama selesai dan cukup melelahkan. Banyak hal yang dibicarakan, didiskusikan serta presentasi dihadapan orang banyak.
Hari kedua dan ketiga pun kurang lebih sama.

Disela-sela waktu meeting saya berkesempatan untuk berkeliling disekitar Sanga Saby ini, berikut adalah beberapa gambar yang sempat saya ambil:

Sebuah dermaga kecil
Dedahanan tanpa daun
The lake, Danau ini akan membeku pada musim dingin.
Jalan setapak
Horizon yang penuh damai

Bagi yang suka tempat kesunyian, pasti bakal betah tinggal disini. Kita bisa berlama-lama duduk dipinggiran danau, menikmati alam sejenak tanpa kepenatan sehari-hari oleh bisingnya jalanan ibu kota, Ekero akan selalu menanti dan menjadi pilihan yang terbaik.

Leave a Reply