Travelpolitan.com

Belagak Gilak di Timur Tengah: #3 Menikmati Al Aqsa Seharian

Picture

Sekumpulan anak-anak kecil yang bermain di dalam mesjid, Al Aqsa
3 Mei 2014

Kita berkesempatan untuk menghabiskan waktu di Al Aqsa selama seharian penuh. Kemarin kita udah keliling-keliling, jadi hari ini kita mau keliling sendiri, dan memperbanyak ibadah di Al Aqsa.

Al Aqsa yang sering juga disebut sebagai Baitul Muqaddas adalah salah satu tempat suci umat Islam. Kedudukannya tinggi karena di tempat ini nabi Ibrahim as membuat kiblat yang pertama, dan dari tempat ini pula Rasulullah saw beranjak ke Sidratul Muntaha waktu Isra Mi’raj. Pada msa khalifah Ummar bin Khattab, Masjidil Aqsa adalah tempat kecil yang digunakan beribadah. namun khalifah Abd Al-Malik (masih dari dinasti Bani Umayyah) membangun ulang dan diselesaikan oleh anaknya, Al Walid. Tahun 746 terjadi gempa bumi yang menghancurkan seluruh area, sehingga dibangun kembali oleh Al Mansur dari dinasi Abbasiyah kemudian oleh Al Mahdi di tahun 780.

Sehubungan dengan peristiwa Isra Mi’raj, di samping mesjid terdapat ruangan tempat Buraq, kendaraan yang membawa Rasulullah saw itu di ‘parkir’. Ruangannya kecil, di bawah tanah. Tapi ya karna konstruksinya dari batu semua, di dalem kerasa dingin. Hari Jumat kemarin tempat ini ditutup, tapi kalo hari Sabtu dia buka. Kebetulan kita agak lowong, jadi bisa singgah di situ. Kalo kita berjalan ke pintu mesjid, nengok ke samping, hanya ada marka ini tempat buraq, dan dijaga sama 2 tentara Israel kumplit pake bedil. Ganteng siiih tapi serem. Masuk situ ternyata ada tangga ke bawah, dan di situlah kita melihat .. oooh seperti ini tempatnya. Dinding batu yang kokoh, di mana terdapat ring besi ukuran sedang yang konon digunakan untuk mengikat Buraq. 

Picture

Tempat Buraq beristirahat selama Rasulullah melakukan perjalanan ke Sidratul Muntaha. Konon, Buraq diikatkan pada ring besi tersebut.
Dari sini baru kita masuk Mesjid Qibly di Masjidil Aqsa. Kemarin belum banyak liat fotonya kan? Tenaaang.. ini gambar-gambarnya. Karpet tebal, lampu gantung, jendela yang besar.. Indah, dan dingin banget di dalem!

Ada beberapa hal menarik tentang Al Aqsa yang gue ambil dari sini yang sesuai dengan penjelasan sejarah waktu di sana. Mengenai kebenarannya sendiri, gue belum sempet kroscek dari berbagai sumber, meski sebaiknya memang dilakukan. Mudah-mudahan bila ada kesempatan akan dilakukan yakkk. Sekarang kita cerita-cerita dulu aja hehehe..

Dome of the Rock atau Kubah batu
Kubah pertama yang pernah dibangun dalam sejarah Islam – dibangun oleh Khalifah Umayyah Abdul malik bin Marwan. Ini dimulai dari kuningan, timah atau penutup keramik, tapi hampir seribu tahun kemudian pada masa pemerintahan Khalifah Ustmani Suleiman yang agung, lapisan emas khas ditambahkan ke kubah bersama dengan ubin Ottoman untuk tampilan depan bangunan.

Al-Aqsa Memiliki Mimbar Legendaris
Nooruddin Zenki, salah satu pahlawan terbesar dalam sejarah Islam, memiliki mimbar khusus yang dibuat untuk dipasang di masjid Al Aqsa ketika akhirnya akan direbut kembali dari Tentara Salib (Anda harus mengagumi keyakinan tertinggi nya). Mimbar ini tidak hanya cantik, tapi itu dibuat tanpa menggunakan paku atau lem. Sayangnya Nooruddin tidak hidup untuk melihat kemenangan, tapi anak didiknya Salahuddin memenuhi keinginan gurunya, dan setelah membebaskan Yerusalem untuk ke-2 kalinya dalam sejarah Islam, dipasang mimbar tersebut. Hal ini masih sebuah karya legenda di antara seniman dan pengrajin. Sayangnya, mimbar ini tidak bertahan pada peristiwa pembakaran Al Aqsa athun 1969.

[Note: Kalo nggak salah, di sana ada replikanya dan masih digunakan sampai saat ini]

Picture

Al-Aqsa Pernah Digunakan sebagai Kandang, Istana, dan Ruang eksekusi
Ketika Tentara Salib pertama mengambil Yerusalem, mereka menemukan mayoritas penduduk Muslim terkunci di masjid Al
Aqsa. Mereka membantai sekitar 70.000 dari mereka dan kemudian dikonversi masjid Qibly ke istana, Kubah Batu menjadi sebuah gereja, dan ruang bawah tanah yang menjadi kandang. Muslim yang selamat dari pembantaian kemudian disalibkan di salib besar yang ditempatkan dekat pusat masjid. Ini adalah satu-satunya salib yang rusak oleh Salahuddin. Dasar salib masih bisa dilihat di sana hari ini.

Imam Al Ghazali Hidup dan Menulis Magnum Opus-nya di masjid Al-Aqsa
Salah satu buku yang paling terkenal dalam sejarah Islam ialah Ihyaa Ulum Al-Din oleh ilmuwan besar Islam Imam Abu Hamid Al-Ghazali. Dia adalah pria yang dihormati oleh semua mazhab karena kemampuannya terjun ke dalam kedalaman jiwa manusia sementara sisanya berlabuh ke ajaran Al Quran dan Nabi. Apa yang kebanyakan orang tidak tahu adalah bahwa Al-Ghazali, untuk sementara waktu, pernah tinggal di Masjid Al- Aqsa dan menulis buku. Sebuah bangunan di masjid menandai situs kamar lamanya.

[Note: Poin tentang Al Ghazali ini sebenernya nggak dijelasin waktu di sana, tapi cukup menarik. However, jangan lupa kroscek kebenarannya yes]

Di sekitar Al-Aqsa Tidak Hanya Satu Masjid
Ada beberapa masjid di tempat yang kita kenal sebagai masjid Al Aqsa. awalnya Kami berpikir tentang masjid Al- Aqsa sebagai bangunan di sudut selatan Masjid. Pada kenyataannya, itu adalah masjid Qibly – disebut demikian karena paling dekat dengan kiblat. Seluruh gunung adalah Masjid Al Aqsa dan kadang-kadang disebut Haram Al-Sharif untuk mencegah kebingungan. Tapi ada masjid lain yang hadir di tempat itu yang biasanya dihubungkan dengan kejadian sejarah misalnya masjid Buraq, masjid Marwani dan banyak lagi.

Tanah Ini adalah tanah Pemakaman
Tidak ada catatan berapa banyak nabi dan Sahabat Nabi yang dimakamkan di sana, yang pasti tidak terhitung. Misalnya, Nabi Sulaiman (AS) mungkin dimakamkan di sana karena kita tahu bahwa Nabi akan selalu dikuburkan di mana ia meninggal, dan beliau meninggal saat mengawasi pembangunan gedung sebelumnya dalam beberapa tradisi.

Seru kan mempelajari sejarahnya 🙂

Nah berhubung kemarin udah harus keluarin US$ 125 buat jemput koper, tentu ada impactnya. Uang segitu bukan jumlah yang kecil buat kita. Alhasil kita bener-bener berusaha berhemat setelah itu. Misalnya dalam perkara makan, makanan di sana porsinya ya ampun gede-gede banget. Pertama kali makan, kita pesen 2 porsi, nggak ada yang abis! Semua kebanyakan. Udahlah si Amel males makan sayur, sementara gue males makan daging. Alhasil pada sesi makan berikutnya, kita pesen 1 porsi, terus share. Sayurnya gue yang makan, dagingnya Amel yang makan. Hahahah kasian banget ga sih nasip 2 anak ini!! Kalo untuk minuman ya okelah mau nggak mau harus keluar. Sebotol air mineral harganya 2 shiekel, atau setara dengan USD 0.5.

Apalah kita dua perempuan ini hanyalah manusia biasa yang punya modus ngeliatin tentara Israel yang SUMPAH GANTENG-GANTENG BANGET! Lepas dzuhur, kita  memutuskan keliling area, liat-liat pasar untuk cari makan sambil bela beli souvenir. Souvenir nya standar ajasih, pashmina cashmere, beberapa hiasan mosaic yang kecil (kalo gede soalnya nggak tau gimana bawanya, secara perjalanan masih panjang), magnet kulkas, gantungan kunci. Small things yang praktis dan cukup bisa jadi reminder perjalanan kita. Pelajaran yang diambil adalah, di pasar ini, sekali ngana tawar, ngana MUSTI beli. Nggak ada ala-ala tanya, tawar terus tinggalin. Bisa diomelin, maki-maksi, ples sumpah serapah ama penjualnya.

Temen perjalanan gue -si Amel- anaknya sweet tooth banget. Lagi tengah-tengah jalan, kita nemu kios kecil jualan Baklava, bisa ditebak tentunya dia minta minggir mlipir buat jajan. Di Timur Tengah baklava ini memang dessert yang umum ditemui. Tiap daerah punya racikannya sendiri-sendiri. Waktu nyobain, hyassalaaaammmm MANIS BANGEEEETTT! diulang lagi ya.. MUUANIIIS BANGEEEET! Untung potongannya kecil, dan gue cuma nyobain sedikit. Sebenernya bahan-bahannya enak, apalagi pistachio-nya buanyak/generous, cuman sayang gulanya juga buanyak banget. Sampe saat ini, baklava paling enak dan paling pas manisnya masih yang di Turkuaz, Jakarta. Sementara itu, Amel hepi banget nemu beginian, kocak juga liat dia kegirangan ketemu gula. Abis ini langsung bisa ngiterin Old City gas pol dah kebanyakan gula.

​Kelar urusan perut dan souvenir, kita balik ke mesjid untuk beribadah, nggak lupa menyampaikan titipan doa dari temen-temen sekalian, mudah-mudahan di ijabah oleh Allah. Kita menikmati banget waktu yang dihabiskan di sini, hingga waktu malam tiba. Lepas solat isya, area pun ditutup. Kita bersama jamaah lain berbondong-bondong keluar, kembali ke rumah. Alhamdulillah puas, sempet seharian klinteran di area Masjidil Aqsa.

Waktunya kembali ke hotel dan packing, besok perjalanan kita di Jordan akan dimulai. 

Copyright www.travelpolitan.com @2017

Leave a Reply